Kamis, 22 September 2016

Puisi berjudul "Waktuku"



Waktuku

Detik detik terus berjalan
Jam yang tak pernah bisa di hentikan
Nafasku yang masih berhembus selama ini
Kunikmati anugerah dari Tuhan

Banyak hal yang tergambar di angan
Harapan yang manis akan impian
Merangkulku dengan senyuman
Menatapku dengan pertanyaan

Nafas tak akan selamanya berhembus
Nadi tak mungkin terus berdenyut
Otak tak akan selamanya berfikir
Nyawa tak mungkin terus hidup

Akan ada tamat dari setiap cerita
Akan ada akhir dari setiap kehidupan
Akan ada hari dimana
Aku kamu dan kalian berhenti

Waktu tidak ada yang abadi
Waktuku sudah ada batasnya
Tak ada waktu untuk terus bersenang senang
Ini waktunya aku merangkai cita cita

Waktuku
Aku syukuri
Aku jalani
Aku perjuangkan

Anyyeong pecinta bloger, kali inio balqis mau nembagikan puisi dari Penulis Sapardi Djoko Damono yang berjudul Dalam Doaku.


Sapardi Djoko Damono
DALAM DOAKU
 

dalam doaku subuh ini kau menjelma
langit yang semalaman
tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima
cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan
menerima suara-suara
ketika matahari mengambang tenang
di atas kepala,
dalam doaku
kau menjelma pucuk-pucuk cemara
yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan
pertanyaan muskil
kepada angin yang mendesau entah dari
mana
dalam doaku sore ini kau menjelma
seekor burung gereja
yang mengibas-ngibaskan bulunya
dalam gerimis,
yang hinggap di ranting
dan menggugurkan bulu-bulu bunga
jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu
hinggap di dahan mangga itu
magrib ini dalam doaku kau menjelma
angin yang turun sangat
pelahan dari nun di sana,
yang bersijingkat di jalan kecil
itu menyusup di celah-celah jendela
dan pintu dan
menyentuh-nyentuhkan pipi
dan bibirnya di rambut, dahi
dan bulu-bulu mataku

Puisi berjudul "Waktuku"

Waktuku Detik detik terus berjalan Jam yang tak pernah bisa di hentikan Nafasku yang masih berhembus selama ini Kunikmati anugerah da...